welcome

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, 14 April 2016

Misi Umat Allah

berikut adalah resume buku "Misi Umat Allah" versi saya

BAB I

  • Pertanyaan "apa misi umat Allah" mungkin sama dengan pernyataan "untuk apa mereka yang menyebut diri sebagai umat Allah itu ada?" atau "untuk tujuan apa kehadiran kita di bumi?"
  • misi adalah milik Allah, Allah mempunyai maksud dan sasaran bagi seluruh ciptaanNya (Kis 20:7, ef q:9-10)
  • yang terjadi bukanlah Allah memiliki sebuah misi bagi gerejaNya di dunia, tetapi bahwa Allah punya gereja bagi misiNya di dunia. misi tidak diciptakan bagi gereja, gerejalah yang diciptakan bagi misi yaitu milik Allah" -Christ Wright"
  • misi adalah segala sesuatu yang Allah lakukan di dalam maksud akbarNya bagi seluruh ciptaan, dan segala sesuatu yang untuk itu kita dipanggil untuk melakukannya sejalan dengan  misi itu.
  • misi-misi adalah berbagai macam aktivitas yang kedalamnya umat Allah bisa melibatkan diri, yang melaluinya mereka berpartisipasi dalam misi Allah.
  • ladang misi = dimanapun ketidaktahuan/penolakan atas injil Yesus Kristus
  • misi adalah sesuatu yang entah dilakukan secara paruh waktu oleh orang-orang kristen secara khusus jika mereka memperoleh dukungan memadai untuk itu. atau sesuatu yang dilakukan (mayoritas besar) orang kristen lainnya di momen-momen tertentu saat mereka punya waktu luang dari keharusan bekerja menyambung hidup.
  • seluruh dunia = bersifat geografis (seluruh bumi) tetapi juga ekologis, ekonimis, sosial, dan politis, dan dimensi waktu (akhir dunia dan permulaan baru)
  • jika misi kita menyampaikan kabar baik, berkaitan dengan keserupaan kita sebagai penyampai kabar baik dengan kristus.
  • injil adalah sesuatu yang perlu ditaati, bukan hanya dipercaya

BAB II

Wednesday, 9 March 2016

berbuat baik

tentang apa dan bagaimana berbuat baik..

ku sebut tante, agak rasis, tapi memang kalau di suku ku, yaitu batak, panggilan kepada seseorang itu bisa ditentukan dari marga, namun berhubung tante tdk punya marga, jadi ku sebut tante, biar lebih nasionalis :D
Belum pernah bertemu, hanya berkomunikasi lewat pesan pendek yang sekarang disebut "sms". tapi lewat tante, kembali diingatkan, memang masih banyak orang-orang baik di dunia ini, ditengah berbagai kekecewaan thd orang-orang sekeliling. bercerita lewat pesan singkat, berbagi pokok doa, saling mendoakan. berawal dari sharing tentang "harapan", "percaya" dari seorang tante aku bisa belajar ttg apa itu percaya, tentang kekuatan dari percaya, dari seorang tante aku belajar tentang mendoakan orang lain bahkan ketika kita sedang butuh didoakan. :') benar-benar terharu, seorang tante yang baru kenal, belum pernah bertemu, tapi mau mendoakan pergumulaku, bahkan saat dia sedang butuh didoakan, memberikan kekuatan ditengah kelemahannya. sungguh sosok ibu yang sempurna menurutku, memiliki dua orang ibu yang memperhatikan dan mendoakanmu adalah tingkat kebahagiaan yang tertinggi menurutku.
Terharu luar biasa, ketika bahkan tante mengajak bertemu ketika berkunjung ke kota tempat tinggalku. tapi sayang, karena beberapa hal yang tidak bisa dicancel, pertemuannya batal, tapi tante membawakan oleh-oleh, bukan tentang apa yang dibawakannya untukku, bukan tentang seberapa yang dibawakannya untukku. ketika aku diingat sebegitunya, lemah hati ini -_-
Dari tante aku belajar, berbuat baik itu bukan supaya orang juga berbuat baik kepada kita, tapi karna Tuhan udah lebih dulu baik kpd kita. berbuat baik bukan saat kita baik-baik saja, justru kita bisa berbuat baik di tengah kelemahan kita.
terimakasih tante :')

Thursday, 25 February 2016

masa lalu


sudah begitu banyak hati dan pikiran yang tersakiti, hanya karna secercah masa lalu, yang seharusnya hanya dijadikan pelajaran.
siang itu aku mendengar, tentang kisah masa lalu yang sekarang bisa ditinggalkan untuk dijadikan pelajaran, kisah masa lalu yang saat itu sulit dilupakan sehingga memakan banyak korban, kisah masa lalu dimana ada beberapa orang yang terlibat dan akhirnya di rugikan,
tapi bukan unsur kesengajaan, hanya ketidaksengajaan. sedang melangkah ke depan menjalani peran baru, tanpa disengaja tersandung  masalalu, mengingat kembali, dan ingin kembali.
ini bukan tentang siapa yang benar & salah, mengulang kembali dan ingin memperbaiki kurasa adalah naluri setiap orang, tapi hanya sedikit orang yang akan mengulang berkali-kali ketika jatuh di tempat yang sama.
Siang itu, aku menyaksikan betapa seseorang menyesali perbuatannya di masa lalu. siang itu aku menyaksikan seseorang ingin kembali ke masalu untuk menyadarkan dirinya betapa bodohnya dirinya di masa lalu.
Siang itu aku mengerti, masalalu memang cukup untuk dijadikan pelajaran untuk lebih baik lagi di masa depan, siang itu aku mengerti, tidak perlu memerankan peran baru kalau belum siap meninggalkan masa lalu,
siang itu aku mengerti untuk memerankan peran baru, butuh hati yang siap untuk melangkah, siang itu aku mengerti tak perlu memerankan peran baru untuk melupakan masa lalu, sempat beberapa kali memintanya untuk menyelesaikan masa lalu, setiap sakit hati & pikiran yang ditimbulkan di masalalu bahkan di peran baru yang sempat dijalani, dan dia melakukannya.
siang itu aku bersyukur, berterimakasih untuk setiap masa lalunya yang bisa membentuknya menjadi pria yang sekarang.
siang itu aku mengerti, ini masalah hati, hati yang siap untuk peran baru dan belajar dari masa lalu, bukan mempermasalahkan masa lalu di peran yang baru.

Wednesday, 24 February 2016

now I know


pdkt & mendoakan 11 bulan, menjalin hubungan 6 bulan. sudah banyak yang dilewati, sudah banyak belajar, sudah cukup mengenal. sempat jenuh dengan segala jenis pertengkaran yang sebenarnya sepele, tapi seolah besar karna si egois yg merajalela.
sebesar apapun jenis pertengkaran, belum pernah berpisah, memang kata pisah adalah pantangan dalam hubungan ini, aku, yang adalah orang yang baru pertama kali menjalin hubungan dengan pria, banyak belajar dari dia, orang yang banyak belajar dari hubungannya di masa lalu. pantangan ucapan putus yang disepakati, selalu dilanggar oleh aku yang memancing awal pertengkaran, tapi dia adalah pria yang sabar, selalu berusaha mempertahankan hubungan, mengajariku cara bertahan, mengajariku cara memperjuangkan, berulangkali mengucapkan pisah dalam setiap pertengkaran tapi tak pernah berakhir dengan perpisahan.
Now i know, kunci dari segala kesalahpahaman, kunci dari pertengkaran adalah bertahan, kunci bertahan adalah berjuang, bukti berjuang adalah belajar, belajar dari kesalahan yang membuat bertengkar, belajar untuk ga mudah mengatakan putus. memang benar bertengkar adalah bumbu dari pacaran, tapi kalau bumbunya kebanyakan juga ga enak bukan? sempat jenuh, sempat lelah, dengan sabar dia mengajakku diskusi, diskusi kenapa bisa lelah? karna selalu bertengkar. kenapa bertengkar? karena susah mengerti.
Now i know. mengerti, belajar mengerti adalah kuncinya, bagaimana mau ngerti pasangan kalau kamu aja ga ngerti sama dirimu. begitulah kira2 ucapannya, kembali evaluasi diri, apa aku sudah cukup mengerti diriku? belum. apa aku mengerti pasanganku? tidak sama sekali. so, what?
Now i know, kunci mengerti adalah mengenal. km tau pasanganmu? iya tentu saja, tapi mengenalnya? belum tentu. kembali belajar mengerti, jika dia adalah orang yang sedang berjuang untuk tidak menjadi pria yang kasar saat marah, jangan usik perjuangannya dgn membuat dia marah. jika dia adalah pria yang sedang berjuang untuk ga melampiaskan emosinya sama km saat dia ada masalah, jangan usik erjuangannya dgn menambah masalah. bahkan dari hal simpel, jika dia adalah pria yg tdk suka km menyisakan makanan, habiskan makananmu.
now I know, perjuangan adalah dari dua belah pihak. hanya karna aku wanita, bukan berarti harus selalu aku yang diperjuangkan, bukan berarti harus aku selalu yang dimengerti, memang ada waktunya wanita utk berjuang.
now I know, rasa aman juga adalah cara berjuang, merasa aman jadi ga perlu curiga kalau pasangan sibuk di lab dan ga sempat ngabarin, hanya sms "makan yuk" know I know, perjuangan bukan sebatas komunikasi, tapi soal menjaga hati. percaya sama pasangan, jadi tetap merasa aman ketika pasangan sedang berjuang menyelesaikan hal-hal yang belum beres dengan masa lalunya mantan, gebetan dll

thankyou for loving me bro, I love you. happy 6th mounthversarry

Saturday, 5 December 2015

Partner

Oktober 2014 kemarin, aku sepakat untuk berdoa bersama-sama seorang pria untuk mengetahui, mencari kehendak Tuhan apakah benar aku/dia adalah orang yang tepat dari Allah untuk dijadikan pasangan
Fyi, sebelum-sebelumnya aku sudah menjalin relasi dengan beberapa pria, tetapi hanya sebatas pdkt, dan belum pernah pacaran. Sudah masuk bahan bab 10 MHB? Sudah. Sudah membuat kriteria untuk pasangan hidup? Sudah.
Tapi beberapa kali dekat, beberapa kali itu juga mendapat penolakan dari kaka ktb terkait kriteria primer. Belum hidup baru.
Terus kenapa dijalani? Saya mengakui adanya cinta buta hahahaha. Percayalah suatu saat kamu akan menertawakan dosa lamamu ketika kamu sudah beres dan berhasil meninggalkannya.

Dekat dengan pria a yang sudah lama kutaksir karena wajahnya yang ganteng. Acc dari pktb? Ga, belum hidup baru. Dan karena suatu hal  yang sebenarnya tidak serius, hubungan dengan pria tsb bisa renggang. Mungkin the power of doa seorang pktb. Karena percayalah saat pktb sudah tak mampu berkata-kata, saat itulah dia benar-benar berdoa untuk membiarkan Tuhan sendiri yang bertindak, dan aku mengakuinya setelah merasakan sendiri jadi pktb.
Begitu juga dengan pria pria lain, b, c, d yang juga kulihat dari fisik dan rasa "nyaman" sampai akhirnya aku capek sendiri dan memutuskan untuk benar-benar mendoakan kriteria yang sudah kubuat.
Kadang berpikir, apa ada Tuhan pria yang kriteria nya seperti yang udah ku buat? Apa ketinggian ya Tuhan? Apa perlu diturunkan ya Tuhan? Sampai aku membaca buku dan mendapati sebenarnya bukan kriteriamu yang salah, karaktermu yang belum layak untuk pria seperti itu, karena itu perbaiki lah.
Dan benar, ketika aku fokus memperbaiki diri,menikmati pelayanan dengan Tuhan, aku melihat pria ini, pria yang belum bisa moveon dari mantannya dan akhirnya balikan. Haha
Tertarik karena sifat yang rendah hati dan memiliki hati seorang pelayan, terbukti ketika aku melayani sebagai pengurus di suatu persekutuan, dan saat membutuhkan pelayan sebagai pemusik dan memintanya, dengan rendah hati dia bersedia, dua kali. Bahkan ketika diminta untuk mengganti peran dari gitaris menjadi pemain keyboard, dia juga siap untuk belajar. Ditambah lagi dia adalah seorang yang dimuridkan dan sedang memperjuangkan pemuridan di fakultasnya, aku mengetahuinya dari acara persekutuan juga yang topiknya membahas tentang pemuridan. Kagum, dan itulah yang menjadi alasan untuk mendoakan "karakter yang seperti dia loh Tuhan yang ku buat, ada ya ternyata di un***".
Sebagai catatan, saat itu saya mendoakan karakter yang seperti dia, bukan mendoakannya untuk mengingininya, karena aku tau dia sedang menjalin relasi dengan orang lain.

Sampai suatu hari kami sering berkomunikasi, tidak intens, hanya tukar pokok doa, dan beribadah di gereja bersama. Itu pertama kali aku mau diajak gereja bareng sama cowok, selain sepupu & sahabatku tentunya. Sharing beberapa hal, tapi rasa tertarik sudah tidak ada, hanya kagum. Sering komunikasi, tukar pokok doa, sampai akhirnya dia bilang "nes, aku izin deketin kamu boleh ga?"
Antara lucu, aneh, percaya ga percaya, mengingat dia adalah contoh orang dengan karakter yang pernah ku doakan beberapa bulan sebelumnya. Aneh dengan kata-katanya minta izin.
Beberapa lama dekat, suatu hari dia mengajak untuk mendoakan bersama,mencari kehendak Tuhan, apakah benar dia adalah pasangan yang tepat.

Mendoakan tentu tidak hanya mendoakan, tetap ada bagian yang kita kerjakan, terbuka satu sama lain, baik itu latar belakang keluarga, dosa masalalu,dsb.
Dan saat aku mengetahui hidup lamanya dan perjuangannya untuk meninggalkan karakter buruknya yang masih terbawa sampai sekarang, kaget dan kecewa. Ternyata sebaik-baiknya orang ada juga ya sisi gelapnya. Sharing lagi tentang rasa kecewa itu, dan akhirnya kami memutuskan untuk aku benar-benar mendoakan lagi apakah aku harus melanjutkan berdoa, apakah Tuhan mau bilang "ini loh orang yang kamu kagumi tuh aslinya gini, atau ini pria dengan karakter yang pernah km doakan, Kukasi sebagai hadiah sak orang-orangnya"
Dua minggu mendoakan untuk lanjut atau tidak, yang kudapati dari sat teduh dan bible reading adalah ttg Allah yang mengampuni, dan bagaimana cara menjaga sikap tdk cemar yaitu dengan berpegang pada firman.
Akhirnya kami melanjutkan untuk berkomitmen mendoakan berasama sampai mei, tetapi karena ada beberapa pertimbangan terkait penyelesaian karakter dan hidup lama tsb, jadi kami memutuskan untuk mendoakan sampai agustus.
Dan akhirnya mendapati bahwa iya untuk menjalin relasi, dengan melihat visi yang sejalan, katakternya, dan kerinduannua untuk bertumbuh bersama. 
Mungkin orang-orang akan bertanya atau bergumam "serius amat sih sampe doain, belum tentu jadi juga sama yang ini"
membaca buku lady in waiting dan sacred search (saya rekomendasikan untuk teman-teman untuk dibaca jika sedang bergumul ttg pasangan) dan mengikuti seminar tentang pasangan hidup, yang saya dapati adalah "memilih pasangan hidup adalah keputusan terpenting kedua setelah memilih kristus, pada akhirnya perasaan akan hilang oleh waktu kok, dan pada akhirnya karakter, komitmen untuk sama-sama bertumbuh lah yang menjaga hubungan"  dan menurut saya dengan mendoakan dari sekarang, dan jika diizinkan menemukan orang yang tepat adalah suatu ucapan syukur, daripada nanti setelah tiba waktunya mendekati usia pernikahan terburu-buru mencari dan akhirnya banyak excuse untuk kriteria pasangan hidup yang telah dibuat sebelumnya.

Proses ini bukan proses yang mutlak benar bukan juga yang salah, karena percaya setiap orang memang punya proses nya sendiri.
setelah berpacaran bahkan sampai menikah percaya bahwa proses terus berjalan, bertengkar kecil itu biasa, cara menyelesaikannya lah yang menjadikannya tidak biasa.


Dia adalah ucapan syukur bagiku, maka aku harus menjaga komitmen & terus mengupgrade diri untuk menjadi lebih baik sebagai penolongnya dalam mengerjakan pekerjaan Allah :)
Bukan lagi soal mengenal saja, tetapi mengenal, menerima dan sama sama memperbaiki diri

Tuesday, 1 December 2015

November bahagia

Dimulai dari tanggal 02 November kemaren, bersyukur ketika Allah masih memberikan kesempatan untuk merayakan ulang tahun yang ke-22, bersyukur untuk setiap penyertaannya selama 22tahun ini.
Bersyukur ketika mendapat doa, kado, cake dan ucapan dari teman-teman. Benar, satu hal yang spesial di hari ulang tahun adalah banyak orang berdoa khusus buatmu.

Minggu pertama november aku benar-benar mendoakan apa kehendak Allah dalam hidupku lewat proses skripsi yang tak kunjung selesai. Fyi aku sudah setahun melewati masa skripsi, sudah acc untuk seminar  dan sudah sebulan menanti jadwal seminar dari dosbingku. Resah? Tentu saja. Penantian sebulan itu tidak sebentar, ada banyak hal yang seharusnya bisa dikerjakan.
Selama mendoakan, saat teduh ku memang tentang ayub "sabar dalam pnderitaan, tidak semua penderitaan itu karena dosa, tetap muliakan Allah". Sampai akhirnya jumat pagi aku memutuskan untuk menemui kepala bagian untuk membicarakan proses skripsi ku, dan benar-benar mendoakan apapun hasil pertemuan senin itu adalah jawaban dari Tuhan.
Tapi Tuhan berkehendak lain, jumat sore dosen pembimbingku membalas sms dan mengatakan aku bisa maju seminar minggu depan. Tepatnya kamis, 12 november.
Sungguh rencana kita memang bukan rencana Tuhan.

Kamis, 12 november diadakan seminar skripsi, malamnya aku memperbaiki ppt dan latihan, entah kenapa ga bisa tidur.
ketika dosen pembimbing 1&2 ku datang, belum ada peserta yang datang berhubung karena telat, sedang di perjalanan.
Berbagai bentakan sudah ku terima, pontang-panting manggil siapapun yang ada di luar untuk masuk supaya terpenuhi peserta 10orang. Seminar nyaris dibatalkan. Tapi sekali lagi, Allah adalah Allah yg berkuasa atas siapapun, yepat ketika akan dibatalkan dan sudah menentukan jadwal baru, peserta pas 10orang. Seminarpun dilanjutkan.
Selama presentasi pikiran, hati udah absurd rasanya. Suara berfibra karna menahan nangis, tapi syukurlah aku ga sampai nangis.
Ada banyak revisi, tapi bersyukur karena udah ngalamin sebulan menanti dan ga tau mau mengerjakan apa.
Ada banyak yang bisa disyukuri dalam hidup, bahkan dalam hal tersulit sekalipun.
Selamat bersyukur :))

Wednesday, 28 October 2015

Surat Cinta (2)

mereka adalah surat cinta yang diberikan Tuhan 1 tahun yang lalu, Dia memberi kepercayaan kepadaku untuk melayaniNya melalui mereka, untuk memuridkan mereka, Sebelumnya mereka adalah surat cinta yang dititipkan oleh seorang kakak yang sudah mendapati panggilan untuk melayani di luar semarang.
sama seperti surat cint (1) karakterku banyak diproses melalui mereka juga, sungguh sangat mengucap syukur sekarang mereka juga sudah menjadi seorang pemurid, banyak diproses di bagian "kekuatan doa" mwlalui mereka, karena memang perkataan manusia yang adalah lemah memang tidak berkuasa, tetapi ketika mengandalkan dan menyerahkan mereka dalam doa, Tuhan akan berbicara sendiri kepada mereka.




selamat memuridkan, selamat PBL selama sebulan ke depan, selamat menjadi terang. Tuhan tak pernah janjikan kemudahan tetapi janjikan pertolongan :)
Dan percaya ada sesuatu yang akan Tuhan kerjakan lewat kita untuk aktb mereka, selamat menerapkan "hidup yang berdoa dan menghidupi doa" :)