welcome

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, 5 December 2016

chance (?)

Tentang apa dan bagaimana kesempatan kedua.
Kesempatan kedua gak selamanya ada, tergantung yang memberi kesempatan, mau ngasi kesempatan atau nggak, dengan berbagai pertimbangan.
Dan yang diberi kesempatan? Entahlah, bisa menghargai atau ga. Hanya waktu yang bisa menjawab.

Semua berawal dari sakit.
Sakit sampai semua terasa pahit.
Waktu mungkin tidak bisa menyembuhkan, tapi penyembuhan butuh waktu bukan?
Menerima apa adanya mungkin adalah kuncinya, menerima walaupun, menerima meskipun.
Tapi hati berontak, tidak ada penerimaan didalamnya.
pilihannya adalah semua harus berubah atau semua harus berakhir.
Tapi hati berkata, masih ada kesempatan kedua ketiga keempat dan terakhir?
Setiap orang berhak memiliki kesempatan. Hanya saja tidak semua org menghargai kesempatannya.
Menata kembali ruangan yg sudah berantakan, entah yg keberapa kali, entah sampai yg ke berapa kali memang terlihat lebih baik dan aman daripada harus mengosongkan kembali dan memulai menata dari awal (?)
Entahlah, biar waktu yang menjawab~

Thursday, 1 December 2016

Anti kode

"Kamu tempramen plegmatis-sanguin dee, keliatan sih, cuek bgt" kira-kira begitu kata kaka ktb ku dulu ketika harus mengenali pribadi kami dengan beberapa list pertanyaan.
Cuek memang adalah sifatku yang udah mendarah daging, aku kurang terlalu suka mencampuri dan ingin tau urusan orang lain, aku tumbuh menjadi orang yang 'flat' tidak menganggap masalah adalah masalah.
Sampai akhirnya aku mengenal kelompok yang mengharuskan aku untuk mencampuri urusan oranglain seakan di treat untuk menjadi orang baru. Dan, tidak sepenuhnya gagal.
Sedikit demi sedikit aku mulai bisa mendengar dan memahami perasaan orang lain, yang sebelumnya hanya bisa mendengar dan blm tentu memahami.
Sedikit demi sedikit aku mulai bisa memberikan diri untuk memulai dan membaca 'kode'
Tidak sepenuhnya gagal, tapi tidak juga berhasil sepenuhnya.
Bahkan sampai saat ini aku masih harus terus belajar lagi untuk memahami maksud orang yang tidak disampaikan secara terang-terangan, bukan hanya orang, termasuk maksud Tuhan.

Saturday, 26 November 2016

Prayer for lifetime partner

Aku berdoa untuk seorang pria
yang akan menjadi bagian dari Hidupku
Seseorang yang Sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkan ku pada posisi kedua dihatinya setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untukMU.
wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting
yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau
Dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau
dan ia harus lah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup
sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak, bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang yang tidak hanya mencintai aku, tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memuja aku,tetapi dapat juga menasehati aku ketika berbuat salah.
seseorang yang mencintai bukan karna kecantikanku, tetapi karna hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat dirinya lebih sempurna
dan aku juga meminta, buatlah aku menjadi seorang wanita yang dapat membuat pria itu bangga.
berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
berilah aku tanganMU, sehingga aq selalu mampu berdoa untuknya
berikanlah aku mataMU, sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya, dan bukan hal buruk saja
berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU
dan pemberi semangat sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari
dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan
"betapa besarnya Tuhan itu, karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna"
aq  mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang  tepat, dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang  Kau tentukan.
"AMIN"


Monday, 7 November 2016

SKM

berproses dalam pengerjaan skripsi selama kurang lebih 3 semester memang terlihat sangat wasting time. but really, patience is not about how long you can wait, its about how well you behave while you are waiting.
mengeluh dan mengutuki menjadi hal yang kuanggap lumrah pada saat itu, betapa tidak, setiap kali mengerjakan dan mengusahakan yang terbaik menurutku, selalu ada saja yang menghalangi, yang akhirnya membuatku muak, air mata di malam hari sudah menjadi sangat biasa bagiku. aku menjadi sangat sensitif ketika melihat postingan orang yang mengeluhkan revisian, karena menurutku adalah lebih sangat menyakitkan ketika menunggu dalam waktu yang lama tetapi kita tidak tau apa yang akan kita kerjakan dibanding menunggu dalam waktu yang lama sambil mengerjakan sesuatu. aku mulai membandingkan hidupku dengan hidup orang lain. saat sharing dan mendapat saran untuk ganti dosen pembimbing, dengan tegas bisa ku katakan tidak, karna aku percaya aku akan diproses lewat beliau, jawaban tegas untuk tidak lama kelamaan luntur, aku mulai memikirkan untuk mengganti dosen pembimbingku, walau di waktu teduhku berulang kali dikatakan untuk selalu sabar, setia dan bertekun. ketika aku berusaha untuk mengganti dan hasilnya tidak.

Sampai suatu saat aku menyerah, benar-benar menyerah dan berdoa puasa, sembari berdoa puasa, aku membaca buku terjemahan yang berjudul "a praying life".
dan lewat buku ini, kehidupan berdoaku banyak dievaluasi.
pertama, cara pandangku terhadap doa itu sendiri, aku memandang doa adalah caraku berkomunikasi dengan Tuhan, terlalu fokus dengan doa tanpa memperhatikan dengan siapa aku berkomunikasi,
mulutku mengatakan bahwa aku beriman, tapi iman yang ku miliki adalah iman yang mempercayai bahwa Allah akan mengabulkan permohonanku, lulus tepat waktu. bukan iman yang mempercayai bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagiku.
Aku mengaku mengenal Dia, yang kepadaNya aku berdoa, tapi aku tidak benar-benar mengenal Dia, aku berekspektasi bahwa Dia akan menolongku dengan cara yang sudah kuperkirakan,  bukan dengan caraNya, aku lupa bahwa Allahku adalah Allah yang kuasaNya tak terbatas, aku mulai membatasi kuasanya dengan menciptakan ketidakmungkinan yang ku buat sendiri.
ada kutipan indah yang sempat kubaca dari buku "a praying life"


"jika Allah sungguh berdaulat, tentunya Dia mengontrol setiap detil kehidupan saya. karena itu, jika Dia mengasihi saya, Dia pasti akan menggunakan detil2 tsb demi kebaikan saya, jika Dia maha bijak, Dia pasti tidak akan mengabulkan setiap keinginan saya, karena saya tidak benar-benar mengerti apa yang saya butuhkan. dan jika Dia panjang sabar, maka Dia akan menggunakan waktu khusus untuk melakukan semua ini"

Saat aku menyerah, saat itu pula Dia bekerja, diluar ekspektasi ku.

Monday, 3 October 2016

Kado Sukacita

Aku menyebutnya kado sukacita,
menyadari keterbatasanku dalam memimpin dan berkomuniksi dengan baik, keterbatasan untuk peduli dengan orang lain, aku dihadiahkn dan dipercayakan tiga orang adik yang lucu untuk ku bimbing seperti kakak ku sebelumnya yang membimbing aku sampai seperti ini.
memimpin tiga orang dengan karakteryang berbeda sangat melelahkan, air mata dan berbagai keluhan telah ku lontarkan, tetapi berbagai teguran, peringatan, dan penghiburan juga telah Dia sampaikan lewat waktu teduhku, disaat aku merasa tidak mampu, disitu kembali diingatkan bahwa ini bukan tentang aku.
Dipercayakan kado lagi, tiga orang adik lagi, benar-benar merasakan sukacita, walau bukan aku yang memulai, tetapi aku bisa merasakan dan bisa dipakai dalam 'pertumbuhan' mereka.

Awal

Kilas balik ke sekitar beberapa tahun yang lalu, seorang mahasiswa biasa kemudian memutuskan untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamatnya. Berawal dari sebuah kelompok kecil yang terdiri dari beberapa orang dan seorang pemimpin, dikenalkan, memutuskan dan kemudian didokan dan menyerahkan diri kepada satu Pribadi yang selama ini terdengar familiar tetapi belum sungguh-sungguh mengenal.
Sejak saat itu, semua belum berubah 180 derajat, belum, masih ada banyak hal yang perlu diperjuangkan. mulai mengikuti persekutuan, belajar hal dan prinsip-prinsip baru, perlahan gaya hidup dan tujuan hidup berubah, sedikit demi sedikit teapi belum sempurna, bahkan sampai sekarang masih terus berjuang meneldani Dia, Yesus :)